Menuju Senja

It’s a kind of Indonesia keroncong (dutch: Krontjong) song. Beautifully written and fantastically played by Payung Teduh. It keeps remind me of a lovely evening in Insadong.

 

 

Harum mawar di taman 
Menusuk hingga ke dalam sukma
Dan menjadi tumpuan rindu cinta bersama
Di sore itu menuju senja

Bersama hati yang terluka, tertusuk pilu 
Menganga luka itu, di antara senyum
Dan menapaki jejak kenangan di sore yang gelap ditutupi awan
Bersama setangkup bunga cerita yang kian merambat di dinding penantian 
Ada yang mati saat itu dalam kerinduaan yang tak terobati

Harum mawar di taman
Menusuk hingga ke dalam sukma
Dan menjadi tumpuan rindu cinta bersama
Di sore itu menuju senja

Baru saja kuberanjak beberapa saat sebelum itu 
Ada yang mati menunggu sore menuju senja, bersama

Harum mawar di taman
Menusuk hingga ke dalam sukma
Dan menjadi tumpuan rindu cinta bersama
Di sore itu menuju senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s