Perjuangan Meraih Postgraduate Study

Keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ini, sudah ada sejak 4 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2011. Setelah mengalami banyak perjuangan dan kegagalan, akhirnya di penghujung 2014 ini saya baru mendapat jawaban dari Tuhan atas doa saya selama ini. Akhirnya, saya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 di Inggris!

Di awal tahun 2011, terpikir oleh saya untuk melanjutkan S2 ke Prancis (karena saya bekerja di bidang aviasi), saya mendaftar les Bahasa Prancis di CCF Salemba (saat ini ganti nama menjadi IFI). Pada saat itu, biaya pendafatannya 1 juta per semester kalau tidak salah.  Jadi, setiap hari Sabtu saya menempuh perjalanan Tangerang – Salemba – Tangerang dengan moda transportasi motor – transjakarta atau terkadang kereta – kopaja (tergantung suasana hati :p). Setelah melewati 2 semester les Perancis, saya merasa kemampuan bahasa inggris saya menurun sekali. pronounciation-nya jadi terbawa Prancis. Padahal, di kantor, bahasa inggris lebih sering digunakan daripada prancis. Di akhir 2011, saya memutuskan untuk berhenti les Prancis.

Di awal tahun 2012, saya mendapat kesempatan business trip ke Inggris. Dan saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan negara ini. Penduduknya sangat sopan dan ramah. Budaya-nya masih terjaga. Sejak saat ini, saya memikirkan ulang negara tujuan untuk mengenyam pendidikan S2, dan pilihan saya jatuh di Inggris. Karena persyaratan kemampuan bahasa inggris untuk UK University adalah IELTS, maka pada bulan Agustus 2012 saya mendaftar IELTS Preparation di TBI Serpong. Biaya IELTS Preparation ini lumayan mahal, 4.5 juta di tahun 2012 lalu. Uang THR kandas dipakai untuk daftar IELTS Preparation ini :’). Sebelum les, ada semacam tes awal, jadi di awal band IELTS saya cuma 5, padahal target saya 7. Sempat ada yang bilang, target saya terlalu tinggi :)  Selama tiga bulan setiap hari Selasa dan Kamis sepulang kantor, saya melaju naik motor ke lokasi les yang berjarak 23 km dari kantor. Hari-hari yang melelahkan hehehe. Setelah selesai les, saya berniat untuk langsung mendaftar Test IELTS, agar bisa mendaftar university dan beasiswa untuk perkuliahan September 2013. Tapi ternyata ada halangan, beberapa hari kemudian saya kecelakaan motor, kaki saya patah. Satu bulan pertama saya terbaring tidak bisa kemana-mana. Satu bulan berikutnya saya berjalan dengan bantuan crutch. Yah, saya kehilangan kesempatan mendaftar university dan beasiswa di tahun 2012. Lalu semangat itu sempat meredup.

Di bulan Maret 2013, saat kaki saya sudah bisa dipakai berjalan pelan-pelan, saya pergi ke Korea bersama teman saya Kang Rif. Disana saya dikenalkan dengan Kang Iwa, teman Kang Rif yang lulusan S2 Korea. Secara tidak langsung, pertemuan itu mengobarkan lagi semangat S2 saya yang sempat meredup. Sepulang dari sana, saya membeli buku-buku grammar, vocabulary, dan buku latihan IELTS. Dan saya pun kembali mempersiapkan diri untuk IELTS. Bulan Oktober 2013, saya mendaftar Tes IELTS. biaya pendaftarannya 1.8 juta pada saat itu. Setelah melewati tes, akhirnya keluar band IELTS saya 7.5. Yeay! It’s more than what i was expected. Lalu saya mendaftar beasiswa pemerintah inggris dan university di inggris.

Di awal tahun 2014, saya diterima di salah satu university di UK. Namun di akhir bulan Mei, saya mendapat berita bahwa saya gagal mendapatkan beasiswanya. Saya gagal pada saat interview.  Saya memang merasa kurang mempersiapkan diri saat interview. Itu kali pertamanya saya merasakan sangat drop. Setelah memulihkan diri dari frustasi itu, pada bulan Oktober, saya mendaftar lagi ke universitas di UK. Setelah mendapatkan unconditional LOA, saya mendafatar Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP. Puji syukur, saya berhasil melewati tahap seleksi administrasi dan wawancara. Hingga akhirnya di akhir tahun 2014 ini, saya dinyatakan lolos seleksi wawancara. Tidak hentinya saya mengucapkan puji syukur, sampai detik ini🙂

Mendapatkan beasiswa itu memang butuh perjuangan. Buat teman-teman yang sedang berjuang untuk mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan, tetap semangat ya! Kegagalan itu adalah bekal untuk mempersiapkan diri menuju kesuksesan. Meskipun menerima kegagalan-kegagalan, tetaplah bermimpi, berusaha keras dan berdoa. Tuhan sedang mempersiapkan jalan yang lebih baik.🙂

 

Salam,

NPAN

7 thoughts on “Perjuangan Meraih Postgraduate Study

    1. Lulii.. Iyaa makasih lul. Akhirnya bisa lanjutin sekolah lagii.. Ah sama saja lul.. Makasih ya lul udah nolongin kemarinn.. Ntar aku ke sby tak traktir dehh..😀

  1. Bonjour, kak..
    Selamat yaa kak atas beasiswa nya. Hasil emang ga pernah mengkhianati proses.
    Kak.. jadi nya di inggris kuliah aja atau kuliah sambil kerja ?
    Btw, kuliah nya jurusan apa kak di inggris ?

    1. Bonjour Riana!
      Maaf yaa baru balas, telat banget.. Terima kasih…🙂
      Kuliah ajaa.. Jurusan Supply Chain Management.. hihihi..
      Ayo semangatt!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s