12 Jam

Sampai sekarang, aku tidak pernah paham tentang reaksi kimia yang terjadi pada sel-sel tubuhku di kereta malam itu, tepatnya saat kau bungkukkan badan tanda perpisahan.

Nervous systemku mengirimkan sinyal ke neurotransmitter yang dilanjutkan ke kelenjar air mata. Seketika zat mangan dan hormon prolactin yang berwujud air mata itu bergulir begitu saja.

Dan saat aku melangkahkan kaki keluar kereta, seketika pudar segala cahaya di stasiun itu. Terbang segala suka dalam 12 jam terakhir itu. Kubalikkan badan, kulihat kau di balik jendela kereta. Mataku nanar, waktu tidak lagi untuk kita.

Hei, perjumpaan kita hanya 12 jam. Mengapa aku begitu kehilangan? Sampai saat ini, aku tidak paham.

Tangerang, 28 Juli 2013, menjelang tengah malam

3 thoughts on “12 Jam

    1. Seseorang di belahan dunia lain lul. Yang sangat kecil kemungkinannya untuk bertemu lagi.. Hiks.. Tragis..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s