Pengendalian Diri

Manusia yang hidup di dunia ini bagaikan pemuda ingin menuju suatu pulau berbekal perahu dan dayung. Dalam hal ini jiwa, saya ibaratkan dengan nelayan. Raga saya ibaratkan dengan perahu. Nafsu saya ibaratkan dengan ombak.

Dua orang pemuda ingin menuju ke suatu pulau tujuan. berbekal  perahu dan dayungnya. Saya anggap namanya Pemuda A dan Pemuda B. Ketika di tengah-tengah berlayar, ada ombak yang datang, ombak yang tidak besar namun cukup membuat perahu-perahu itu berubah haluan. Pemuda A dengan sigap mendayung melawan ombak itu agar ia tetap berada pada haluan yang benar. Pemuda A berusaha keras menggunakan seluruh tenaganya untuk tetap dalam haluan yang benar dan cepat sampai ke pulau yang ia tuju. Pemuda B awalnya berusaha untuk mendayung, tetapi tak lama kemudia ia terlena oleh buaian ombak. “Biarlah ombak ini membawa saya kemana pun, daripada saya harus menguras tenaga melawannya, toh dengan begitu saya bisa bersantai tanpa perlu mendayung” pikir Pemuda B.

Beberapa hari kemudian, Pemuda A telah mencapai pulau tujuan. Meskipun harus melawan ombak berhari-hari, Pemuda A mendapatkan kebahagiaan karena telah mencapai tujuannya. Namun, apa yang terjadi pada Pemuda B? Apakah dia telah tiba di pulau lain yang bukan tujuannya? Atau dia masih berada di tengah lautan? Kita tidak akan pernah tau.

Begitu pula dengan manusia, setiap manusia yang lahir di bumi ini pasti memiliki tujuan hidup. Jika tujuan hidup itu tercapai, maka manusia akan memperoleh kebahagiaan. Hidup di dunia, tentu tidak lepas dari godaan hawa nafsu. Mengikuti hawa nafsu, sangatlah mudah dan menyenangkan pada awalnya. Namun, jika kita terbuai akan fatal akibatnya. Terbuai sedikit saja, berarti haluan perahu sudah bergeser. Hendaknya kita memiliki pengendalian diri yang kuat terhadap semua godaan di dunia ini, agar dapat mencapai tujuan hidup masing-masing.

5 thoughts on “Pengendalian Diri

  1. Nyoman Gede Prawira Negara says:
    (11:53:43 PM) nyoman: arus tu yg bner dikontrol
    (11:53:49 PM) nyoman: bukan dilawan
    (11:54:03 PM) nyoman: jadi klo sewaktu2 menuju ke pulau tujuan
    (11:54:16 PM) nyoman: kita bisa lebih santai
    (11:54:23 PM) nyoman:😀

  2. Kesimpulan dari Nyoman Gede Prawira Negara:
    (11:57:23 PM) nyoman: hehehe
    (11:57:37 PM) nyoman: jadi kesimpulannya
    (11:57:57 PM) nyoman: nafsu dikontrol okeh
    (11:58:03 PM) nyoman: klo terus2an dilawan
    (11:58:08 PM) nyoman: hidup bisa ngga hepi
    (11:58:16 PM) nyoman: bener sampai tujuan
    (11:58:52 PM) nyoman: tapi klo ngga hepi juga ngga bagus

  3. Itu tuh yang namanya Catur Purusha Artha
    Intinya ada 4:
    1. Dharma
    2. Artha
    3. Kama
    4. Moksa

    tell me if i am wrong..🙂

    1. saya juga lupa-lupa ingat. Tapi seingat saya, itu Panca Yama Brata, lima macam pengendalian diri, ada 5:
      1. Ahimsa
      2. Brahmacari
      3. Satya
      4. Awyawahara
      5. Asteya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s