Menuju Senja

It’s a kind of Indonesia keroncong (dutch: Krontjong) song. Beautifully written and fantastically played by Payung Teduh. It keeps remind me of a lovely evening in Insadong.

 

 

Harum mawar di taman 
Menusuk hingga ke dalam sukma
Dan menjadi tumpuan rindu cinta bersama
Di sore itu menuju senja

Bersama hati yang terluka, tertusuk pilu 
Menganga luka itu, di antara senyum
Dan menapaki jejak kenangan di sore yang gelap ditutupi awan
Bersama setangkup bunga cerita yang kian merambat di dinding penantian 
Ada yang mati saat itu dalam kerinduaan yang tak terobati

Harum mawar di taman
Menusuk hingga ke dalam sukma
Dan menjadi tumpuan rindu cinta bersama
Di sore itu menuju senja

Baru saja kuberanjak beberapa saat sebelum itu 
Ada yang mati menunggu sore menuju senja, bersama

Harum mawar di taman
Menusuk hingga ke dalam sukma
Dan menjadi tumpuan rindu cinta bersama
Di sore itu menuju senja

Do you fancy a cuppa?

It has been a really long time since my last post of my wedding preparation last year. Anyway, now i live in the UK, the world largest consumer of TEA. Drinking tea is a habitual activity of Britons. If you ever watched British TV drama or movie such as Downton Abbey, Sherlock, you see many scene of tea drinking. Then, you will get the point of how much their intense craving in tea.  They drink tea not only in the afternoon as part of the famous British afternoon tea, but also on their breakfast time, noon, evening, whenever they feel sad, cold, hearing a good news, bad news, gossiping, always with a cup of tea.

How did tea become very popular in England? Let’s move back to the 17th century. Green tea was the first introduced tea in England.It was sold in coffeehouses in London around 1657. In 1720, black tea replaced the popularity of green tea. Drinking black tea with milk and sugar became popular at that time.

How to prepare a lovely cuppa? There are many ways to prepare a lovely cup of tea. Some people like it black, some people like it with lemon, but most of them prefer with milk. For me, i like it with milk and sugar. I like Twinning’s everyday tea, because it has rich flavour and perfectly match with milk. To make my perfect cup of tea, first I boil water, put tea bag on mug, pour the water into the mug, wait for 30-60 seconds, throw away the tea bag, pour fresh milk while stirring it. Et voila, my cup of tea is ready!

So, do you fancy a cuppa?

 

xx,

Ayu

 

Day 7: Your Favourite Photo of Your Bestfriends

Hello,

Im gonna share my favourite photo of my bestfriends. This gank’s name is AGKT. We first met at the office in 2010. It consists of 14 persons: Madam, Inying (its me), Kak Bun, Kak Fai, Dindun, Utiski, Santi, Mamer, Manya, Mamski, Kak Ac, Kak Yun, Bibi, and Kak Suici. Everytime we meet, we always surrounded with laughter and happiness. No matter what is the situation. I really love them and I cant imagine a life without them. I love AGKT..🙂

AGKT at nikahan Kak Ac

AGKT

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

AGKT at Bandung

AGKT at Jogja

Day 6: Your 5 Sense Now

Hi,

As you know, there are too many procrastinations around me. So, i am going to continue my 31 days blog challenge again. Yippy! So this post is my 5 sense now.

eyes: looking at grey laptop on the table, with pocket thesaurus and pen on the left side, cellphone, cup of tea, pink tumbler and calendar.

nose: i smell nothing.

tongue: i taste nothing.

ear: i can hear the sound of the heater on dispenser.

finger: i touch the keyboard. Yes of course i am. -.-

Hahaha, its easy..

Cheers,

Ayu

Rainy Days and You – Karimata

Rainy days and you, lagu apik yang cocok didengarkan di musim hujan ini. Saya jatuh cinta pada lagu ini sejak pertama kali mendengarnya dari laptop Papa, saat itu saya masih di bangku SMA. Saya kira lagu ini buatan group band luar negeri. Hey, saya salah besar! Lagu cantik ini adalah karya asli putra-putri Indonesia. Lagu ini diciptakan oleh Bapak Aminoto Kosin dan Ibu Mira Lesmana, dibawakan oleh grup musik jazz legendaris ‘Karimata’. Karimata adalah grup musik jazz fusion Indonesia yang beranggotakan Aminoto Kosin, Budhy Haryono, Chandra Darusman, Denny TR, dan Erwin Gutawa. Untuk lagu Rainy Days and You ini, Karimata menggandeng Phil Perry sebagai vokalis dan Lee Ritenour di gitar. Wow, kebayang kan bagaimana hebatnya lagu yang dirilis tahun 1991 ini. Menurut saya, lagu ini merupakan masterpiece jazz Indonesia. Berikut lagu dan liriknya. Selamat menikmati sambil memandangi air hujan yang berjatuhan di jendela.🙂

Rainy Days and You – Karimata ft. Phil Perry and Lee Ritenour

Each time I see those thick dark clouds
I used to smile and make a wish
That it will turn (turn to) rain
Because I know that I would watch
For you to play under the rain

But now that rainy days are here
I feel so blue cause I can’t hear all your laughter
In the falling rain
And it brings sadness to my heart
Knowing that you’ve gone from my side…
My side…

Seems that rainy days and you make a symphony
The rain without you makes me blue
Happy days I knew will only be right here to stay
When the rainy day brings me back
Brings me back into your arm..
Your arm…

Serba Serbi IELTS

Hallo!

IELTS adalah International English Language Testing System. IELTS ini sudah menjadi syarat wajib bagi kita untuk melamar postgraduate study di UK university. Biasanya minimum requirement IELTS untuk postgraduate study bervariasi antara 6-7, bahkan di Cambridge minimumnya 7.5. Saat kuliah di Indonesia, mungkin istilah IELTS ini sangat jarang didengar, karena tes kemampuan bahasa inggris yang umum dilakukan di perguruan tinggi dalam negeri adalah TOEFL. Seberapa pentingkah tes IELTS? Bagaimana cara daftarnya? Susah engga sih? Apa saja yang perlu dipersiapkan? Bagaimana prosesi tesnya? Apa saja tips dan trick-nya?

Kalau kamu mau mendaftar beasiswa untuk melanjutkan kuliah ke UK atau Australia, wajib hukumnya mengikuti tes yang satu ini. Meskipun beasiswa hanya mensyaratkan TOEFL, menurut hemat saya sih sekalian saja tes IELTS. Toh juga saat melamar universitas nanti harus mencantumkan nilai IELTS. Maksudnya biar ga dobel tes-nya, jadi sekali aja susahnya.😀 Jadi, IELTS ini penting banget! Apalagi kalau kamu mau melanjutkan kuliah ke Inggris atau Australia, nilai IELTS ini layaknya investasi. Karena saking pentingnya, untuk mempersiapkan tes ini akan memakan banyak waktu, tenaga dan biaya. Apa saja sih persiapan yang harus dilakukan untuk IELTS ini?

Yang pertama, tentunya BELAJAR. Untuk memperoleh skor IELTS yang bagus, kuncinya hanya satu, kedisiplinan. Yah kita harus membiasakan disiplin belajar dan mengerjakan latihan soal tiap hari. At least 2 jam setiap hari selama 3 bulan. Itu sudah cukup sekali. Kalau teman-teman kesulitan belajar sendiri, bisa mengikuti bimbingan/les IELTS di TBI / IALF. Kalau saya pribadi, saya lebih mudheng belajar sendiri. Sempat ikut les, tapi ujung-ujungnya bosan, akhirnya malah belajar sendiri. Tapi itu kembali lagi ke preferensi belajar masing-masing orang yaa. Kalau mau belajar sendiri, berikut buku yang aku rekomendasikan untuk dipelajari:

1. Cambridge Vocabulary for IELTS

2. Cambridge Grammar for IELTS

3. Cambridge English Vocabulary in Use (Upper Intermediate – Advance)

4. Cambridge Grammar in Use (Upper Intermediate – Advance)

5. Cambridge Practice Test for IELTS vol. 1-9

Membeli semua buku ini memang bikin kantong kering sekering gurun sahara di musim kemarau. Tapi, kalau dibandingkan hasil yang didapatkan, nanti hasilnya jadi sebanding🙂 Persiapan belajar yang saya lakukan, untuk dua bulan pertama, saya belajar buku no 1-4. Untuk bulan ketiga, saya latihan soal dari buku no 5.

Yang kedua, MENDAFTAR. Ada dua penyelenggara tes IELTS di Indonesia: British Council dan IDP. Kebanyakan sih temen-teman saya yang akan apply ke universitas UK, tes-nya di British Council, sedangkan yang Australia tes di IDP. Tapi itu hanya sekedar preferensi saja ya. Hehehe. Teman-teman bisa apply di salah satu tempat itu. Jadwal tes IELTS biasanya sudah ditentukan untuk periode setahun ke depan. Pendaftarannya ditutup 2 minggu sebelulm tes berlangsung. Jadi, jangan sampai terlewat ya mendaftarnya. Kalau bisa sih sebulan sebelumnya sudah mendaftar, agar tempatnya masih banyak available. Biaya pendaftarannya GBP 120. Kalau dikurs-kan saat ini kurang lebih 2.4 juta rupiah ya. Karena ongkos tesnya mahal, belajarlah dengan rajin sebelumnya. Hehehe.

Yang ketiga, BERDOA. Berdoa itu penting banget sob. Banyak-banyak mendekatkan diri pada Tuhan YME. Kalau niat kita baik, pasti akan diberikan kemudahan dalam mengerjakan soal. Jangan lupa minta restu dari Bapak Ibu, doa dari Bapak Ibu juga sangat ampuh.

Yang keempat, ISTIRAHAT. Yak, sehari sebelum tes IELTS adalah masa kita istirahat mempersiapkan stamina untuk besok. Yang bekerja, ada baiknya mengambil cuti pada hari itu. Intinya jangan terlalu capek, makan yang cukup, istirahat yang banyak dan berdoa yang banyak. H-1 sebelum IELTS adalah hari untuk tidur, makan dan berdoa. Lebay banget, tapi iya saat itu aku sampe ambil cuti untuk istirahat.

Nah, tiba saatnya hari yang dinanti. Tes ini akan berlangsung seharian penuh. Saran saya: datang lebih pagi, bawa bekal roti, air putih dan kopi (jaga-jaga kalau tiba-tiba ngantuk). Sebelum tes, kita akan dipanggil satu-satu untuk foto dan verifikasi ID. Setelah itu, tas diletakkan di luar dan dimulailah tes pada pukul 9.

Tes pertama, LISTENING. Menurut saya ini tes yang paling mudah diantara keempat tes IELTS. Tips saya untuk listening ini, dengarkan baik-baik dan konsentrasi penuh pada percakapan yang ada. Jangan sampai mikir yang lebih jauh tentang percakapan itu. Cukup dengarkan saja. Listening di IELTS relatif lebih mudah daripada TOEFL. Tips untuk sesi listening ini: dengar baik2, konsentrasi, jawab pertanyaan berurutan.

Tes kedua, READING. Menurut saya, tes ini yang paling susah karena text-nya panjaaang sekali, dan kita dituntut konsentrasi penuh. Disini baru terasa pentingnya istirahat sehari sebelumnya, karena tes membaca ini terasa sangat susah untuk orang yang mudah bosan seperti saya. Tips untuk sesi reading ini: konsentrasi, jika ada kata yang tidak dimengerti lewati saja, dan jangan tiba-tiba melamun (aku banget ini T.T).

Tes ketiga, WRITING. Menurut saya tes ini lebih mudah dibanding reading, karena disuruh mengarang saja. Hehehe. Dari kecil, saya memang paling suka disuruh mengarang. Tips saya sih, pelajari tipe-tipe essay IELTS, kata penghubung, kata pembanding, dan frase-frase lain yang sering digunakan dalam essay IELTS. Itu sangat membantu sekali.

Tes keempat, SPEAKING. Menurut saya tes ini gampang-gampang susah. Lebih seperti wawancara sih. Deg-degan hebat awalnya, trus begitu diwawancara ya lancar-lancar saja. Tipsnya: PD saja, ga usah terlalu memperhatikan grammar tidak apa-apa, yang penting pembicaraanmu dengan pewawancaranya nyambung. Kadang ada kata-kata menjebak, seperti saat itu pewawancara bilang ‘hospitality’, kalau kita salah dengar atau ga tahu, mungkin kita mengiranya ‘rumah sakit’. Padahal artinya bukan itu.

Yah, itu saja sih serba-serbi IELTS dari saya. Untuk teman-teman yang sedang mempersiapkan IELTS, semangat ya!

 

Cheers,

NPAN