AyuNaris's Life

All about my life and my mind..

Saya akan percaya mimpi.. Desember 14, 2009

Filed under: My Rural Life — Ni Putu Ayu Nariswari @ 3:53 pm
Tags:

Mimpiku, seringkali menjadi kenyataan. Hmm, apakah itu baik, ataupun buruk, tp itu adalah masa depan. Entah sudah berapa puluh kali saya bermimpi tentang masa depan dan mimpi itu memang terjadi. Sewaktu SMP, sehari sebelum menerima rapor, saya bermimpi melihat raporku dan melihat angka ranking 1. Ternyata, keesokan harinya, benar, saya ranking 1. Dan itu benar-benar unbelievable.

Sewaktu SMA, saya pernah menyukai seseorang yang berbeda kota denganku. Meskipun saya hanya sekali bertemu dengan dia, tapi saya menyukai dia nyaris selama 1 tahun. Kalau dipikir, benar2 aneh. Saya bisa tetap menyukainya meskipun tidak pernah berkomunikasi. -_-” Tapi, suatu malam saya bermimpi. Saya diberitahu seseorang bahwa, dia sudah berpacaran dengan seorang gadis. Dan di mimpi itu, saya melihat ciri-ciri gadis itu. Saya berpikir, bahwa itu hanya mimpi. Keesokaa harinya, saya iseng membuka Friendsternya (dulu masih jaman friendster). Benar saja, dia telah berpacaran dengan gadis yang ciri-cirinya sama persis dengan yang saya mimpikan. How could it happen?

Sekarang, hal itu terjadi lagi. Kemarin, saya konfirmasi ke orang yang saya mimpikan akhir-akhir ini. Saya bermimpi dan itu benar-benar terjadi pada dia. Dia juga bermimpi dan itu terjadi pada saya. Setiap detail dari mimpiku terjadi padanya. Setiap detail dari mimpinya terjadi padaku. Ciri-ciri  mimpi yang akan menjadi kenyataan adalah ketika mimpi itu benar-benar melekat dalam ingatanmu. Seram juga rasanya ketika tahu masa depanmu. Indah sih, tapi lucu saja ketika kamu tahu masa depanmu. Hmm.. dulu saya tidak percaya. Tapi sekarang saya akan mempercayainya. Seram, lucu, menegangkan tapi semua itu indah sekali. Hidupku indah.

 

Feel so empty.. Desember 13, 2009

Filed under: My Rural Life — Ni Putu Ayu Nariswari @ 4:18 pm

Entah kenapa akhir-akhir ini, aku sangat malas makan. Rasanya gag nafsu aja. Padahal, aku sudah senang kemaren-kemaren badanku sudah menggendut. Dan, aq sangat malas keluar kamar. That was a bad habit. Sumpah, jadi males ngapa2in.

Kerjaanku seharian memelototi model ARENA-ku yang gag jadi-jadi. Hua, stuck. Kalo gag gitu, browsing-browsing parfum ato chat ma temen -_-”. Hiaa,, sepertinya hidupku 2 bulan ini gag ada gunanya. Hakz. Pengen sesuatu yang bisa membuatku bersemangat hidup lagi.

Tiap hari rasanya sangat tidak bersemangat. Meskipun aq uda masang foto dosen pembimbingku  di depan meja belajar, semangat itu masih belum muncul. Kenapa aku begini?? T.T

It’s me n my emptiness, i need my spirit back.. >.<

 

Kerusakan Terumbu Karang Akibat Penangkapan Ikan dengan Cara Merusak (Destructive Fishing) September 3, 2009

Filed under: environmental issues — Ni Putu Ayu Nariswari @ 1:46 am

dynamite fishing

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan panjang garis pantai lebih dari 95.000 km dan memiliki lebih dari 17.000 pulau yang dikelilingi oleh terumbu karang. Diperkirakan sekitar 51% terumbu karang di Asia Tenggara dan 18% dari terumbu karang di dunia berada di Indonesia. Sebagian besar dari terumbu karang ini bertipe terumbu karang tepi (fringing reef), berdekatan dengan garis pantai dan mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar. Indonesia juga memiliki keanekaragaman hayati kelautan tertinggi di dunia.

Ketergantungan yang tinggi negara-negara Asia Tenggara khususnya Indonesia terhadap sumber daya laut menyebabkan nelayan ingin menagkap ikan dalam jumlah banyak melalui cara yang mudah yaitu dengan cara merusak (destructive fishing). Beberapa praktek penangkapan ikan dengan cara merusak antara lain penggunaan pukat harimau (trawl), penggunaan bom (dynamite fishing), dan penggunaan racun potas (cyanide fishing). Penggunaan dynamite dan cyanide fishing selain dapat menghabiskan populasi ikan, juga mengakibatkan kerusakan ekosistem di sekitarnya (terumbu karang) dan membahayakan keselamatan nelayan. Aktivitas destructive fishing ini mengancam 88% terumbu karang Asia Tenggara.

Salah satu contoh kasusnya yaitu di Kepulauan Seribu. Kepulauan Seribu yang terletak di sebelah utara Teluk Jakarta dan Laut Jawa Jakarta memiliki 110 buah pulau. Kepulauan Seribu terkenal dengan keindahan terumbu karang dan ikan-ikannya. Hal ini tentu saja menarik perhatian komunitas sekitar untuk menangkap ikan-ikan cantik itu dan menjualnya di Jakarta. Pencari ikan hias menyelam di sekitar terumbu-terumbu karang untuk mencari ikan hias (biasanya jenis anemone). Untuk menangkap anemone, mereka menyemprotkan potas yang disimpan dalam botol aqua ke anemone yang  berada di terumbu karang.

Bagaimanakah pengaruh potas dalam kerusakan terumbu karang? Dalam air laut, potas akan terurai menjadi sodium dan ion potassium. Pada manusia, potas dapat menghentikan transportasi haemoglobin, begitu pula pada ikan. Bila air  di sekitar ikan tecemar oleh potas, maka suplai oksigen pada ikan semakin berkurang dan menyebabkan ikan tersebut pingsan.  Sehingga tidak berapa lama mereka kembali menyelam, dan tinggal memunguti ikan ikan hias yang pingsan. Penyemprotan potas berulang kali pada terumbu karang juga mengakibatkan terjadinya pemutihan dan kematian terumbu karang. Setiap penyemprotan potas akan menjangkau area terumbu karang seluas 4 x 4 meter. Lama-kelamaan terumbu karang akan mati. Tak ada ikan lagi, karena ikan ikan membutuhkan terumbu karang sebagai rumah dan habitatnya.

Kasus lainnya berada di Teluk Kiluan, Lampung yang terletak di titik pertemuan antara arus Samudra Hindia dengan perairan Selat Sunda. Pada bulan Februari-April 2009, marak terjadi penangkapan lobster menggunakan bom ikan dan potas di Teluk Kiluan. Kapal pengebom ikan beroperasi dengan cara berhenti di depan perairan Teluk Kiluan. Dari kapal besar, nakhoda kapal akan menurunkan perahu jukung yang berisi pendayung, pencari ikan, dan pengebom ikan. Ketika sumber ikan sudah ditemukan, pengebom akan turun menyelam dan mengebom terumbu karang sehingga ikan dan terumbu karang mati. Ikan yang biasanya dicari adalah ikan kerapu dan simba. Potas digunakan untuk menangkap lobster. Potas disemprotkan ke lubang-lubang pada terumbu karang tempat lobster tinggal. Akibat kegiatan menggunakan bom ikan, wilayah terumbu karang di perairan Teluk Kiluan rusak. Wilayah terumbu karang di perairan Teluk Kiluan diperkirakan seluas lima hektar. Sekitar separuhnya kini rusak akibat kegiatan pengeboman ikan.

Di Sulawesi Selatan, kerusakan terumbu karang akibat bom ikan juga terjadi. Saat ini, sekitar 55% terumbu karang di Sulawesi Selatan telah rusak akibat bom ikan. Cara penangkapan ikan seperti ini telah merusak ekosistem yang ada di bawah permukaan laut, termasuk terumbu karang Taman Nasional Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Taman laut Takabonerate merupakan taman laut ketiga terindah di dunia yang memperoleh piagam penghargaan dunia pada pertemuan Internasional Kelautan (World Ocean Conference) di Manado, Sulut, 11 – 15 Mei 2009. Tidak hanya terumbu karangnya yang rusak, melainkan jutaan spesies biota laut yang unik bisa terancam akibat pemboman ikan ilegal itu.

Bom ikan biasanya terbuat dari potassium nitrate, batu kerikil, dan minyak tanah yang dimasukkan dalam botol-botol mulai botol minuman suplemen, botol bir, dan botol minuman keras. Berat setiap botol kurang lebih setengah hingga dua kilogram. Setiap botol bom ini memiliki spesifikasi berbeda-beda. Botol bom yang terbuat dari minuman suplemen umumnya digunakan mengebom ikan dalam jumlah yang kecil mulai 1–5 kuintal ikan. Sedangkan botol bom yang terbuat dari botol bir dipakai untuk mengebom ikan dalam jumlah yang besar hingga berton-ton. Satu bom seukuran botol minuman suplemen mampu mematikan ikan hingga radius 15 meter dari titik pengeboman sedangkan yang seukuran botol bir radiusnya 50 meter dari titik pengeboman.

Dengan banyaknya penangkapan ikan dengan cara merusak, terumbu karang yang kondisinya menurun akan kehilangan nilai karena menjadi kurang produktif. Suatu terumbu karang yang sehat dapat menghasilkan hasil perikanan rata-rata 20 ton per tahun. Hasil suatu terumbu karang yang rusak akibat destructive fishing hanya 5 ton per tahun. Meskipun hanya sebagian yang rusak, terumbu karang tidak dapat pulih ke tingkat produktivitas tinggi. Terumbu karang yang telah dibom hanya memberikan keuntungan kecil sementara bagi pengebom ikan, namun memberikan kerugian besar yang berjangka panjang bagi masyarakat Indonesia.

Terumbu karang Indonesia adalah suatu dasar bagi struktur ekonomi dan sosial di kawasan ini, namun keadaannya dalam kondisi sangat terancam.  Untuk mengelola terumbu karang dibutuhkan implementasi rencana pengelolaan yang menggabungkan koleksi data dasar status terumbu karang, hasil pemantauan yang terus menerus, strategi implementasi, dan pengelolaan yang adaptif. Karena setiap lokasi berbeda, maka strategi yang berskala luas mungkin saja dibutuhkan untuk mengelola sumberdaya secara lebih baik. Pengelolaan yang efektif akan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas serta dukungan pendanaan. Karena banyak tekanan pada terumbu karang yang berakar dari masalah sosial dan ekonomi, pengelolaan juga harus melihat aspek lain. Upaya yang perlu ditekankan adalah pengentasan kemiskinan, mata pencaharian alternatif, perbaikan pemerintahan, dan peningkatan kepedulian masyarakat akan nilai terumbu karang dan perikanan serta ancaman yang dihadapi keduanya. Bila diinformasikan dengan baik dan didanai secara tepat, pemerintah setempat, LSM, tetua desa, dan segmen-segmen kunci industri wisata, dapat menjadi pemelihara sumberdaya pesisir yang sukses.

 

Rujak Kuah Pindang Agustus 10, 2009

Filed under: Yummy.. — Ni Putu Ayu Nariswari @ 11:42 am

Rujak kuah pindang adalah salah satu kudapan yang paling populer di Bali, terutama di Denpasar. Karena setahuQ, di Bali Utara jarang yang menjual rujak kuah pindang. Mungkin bagi sebagian orang yang belum pernah mencoba kenikmatan rujak kuah pindang ini pasti kaget, ” apaan sih, rujak kok bumbunya kaldu pindang, pasti amis..” (ini salah satu komen temenku waktu kuceritain).

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat rujak ini antara lain kaldu pindang (lebih enak pakai tongkol putih), cabe, garam, dan terasi. Untuk buahnya biasa memakai buah mangga, nanas, bengkuang, timun, kedondong, dan pepaya. Tapi aku lebih suka rujak kuah pindang dengan buah mangga aja.

Yang khas dari rujak ini yaitu mangganya dipotong tipis-tipis sekali. Makin tipis, makin enak. Dan yang lebih khas lagi adalah aromanya. Gila,, bener-bener bikin ngiler. Favoritku ” Rujak Kuah Pindang Mangga Tanpa Gula”.

Sensasi yang dirasakan ketika aku makan ” Rujak Kuah Pindang Mangga Tanpa Gula”:
- Pertama yang kuhirup adalah aromanya, aroma kuah pindang yang menyatu dengan aroma cabai, terasi, dan irisan tipis mangga, seperti aroma ketika kita duduk di pantai menikmati angin yang sepoi-sepoi.
- Rasa kuah pindang yang menyatu dengan terasi dan cabai seringkali membuatku speechless. Bener-bener kombinasi yang tepat. Suatu rasa kompleks yang bisa disapatkan dari bahan sederhana.
- Rasa masam buah mangga yang telah bercampur dengan kuah pindang juga memberikan sensasi tersendiri. Rujak ini lebih enak jika dimakan dengan buah mangga yang mentah dan masam.
- Aku ga pernah mau diajak ngobrol kalo lagi makan rujak ini. Aku sangat menikmatinya hingga tetes terakhir.. Halah,,,

Emang bener, rujak ini emang enaakk banget. The first thing that i must buyed in Bali ya rujak kuah pindang ini. Gila, kalo ke Bali tu tiap hari aku beli rujak ini. Rujak kuah pindang paling enak yang pernah kurasakan itu yang di dekat Br. Pemeregan. Ga ada yang ngalahin..

 

Tersesat menuju SPI T.T Agustus 10, 2009

Filed under: My Rural Life — Ni Putu Ayu Nariswari @ 10:42 am

Koor lab-Q ngajak semua anak lab nge-bucks gratis. Uwaa,,, sapa yang ga maw coba?? Tumben-tumbennya bisa ke starbucks, gratis pula. Langsung aja deh anak-anak pada ngikut semua. Kok bisa gratis?? Itu karena ada program dari Starbucksnya yang namanya Coffee Talk. Dan kata koor labQ, program itu hanya ada di starbucks SPI. Waa,,, Jauhh bangeett.. Tapi gapapa laha, yang penting free. Hehe,,

Yang namanya naik motor dari kampusQ ke SPI tu jauuuhhhh banget. Dari STB (Surabaya Timur Banget) ke SBB (Surabaya Barat Banget). Huah,, ga kebayang.. Yang tau jalan ke SPI tu cuma satu orang (aku pernah sih ke SPI, tapi itu pun waktu aku SMA, dan dianter mobil jadi ga inget jalannya) , dan kita berangkatnya ada lima motor. Pas uda di daerah Mayjend Sungkono, kita kepisah. Alhasil jadi masuk2 ke kampung-kampung gitu.

Pas uda ketemu SPI-nya, aku inget kl masuknya tu lewat samping. Eh, temen-temen malah terus ke arah lobby. Yawda aq ikut aj. Bener aja, diusir2 sama satpam. Ya iyalah, kita naik motor kok pede2 masuk lewat lobby. Akhirnya, kita berhasil nemuin jalan lewat pintu samping. Ehh,,, lha kok ga ada plang parkir motornya ya?? Alhasil kita muter2 ga jelas, trus kita nemuin parkir basement. Ternyata motor ga boleh masuk. Dan ga ada penjaga yang bisa kita tanya sama sekali. Akhirnya kita lihat ada orang naik motor juga, kita ikutin dan akhirnya berhasil nemuin parkiran motornya yang sangat panas. Oh god… T.T

Buat manajemen SPI n PTC, plang-plang di pintu masuk itu diperjelas donk. Kasian kl orang yang belum pernah kesana tu harus ngalamin ngehabisin waktu berjam-jam buat nemuin pintu masuk dan tempat parkir. Di pintu masuk (mobil n motor) aja ga ada plangnya SPI. Jadi banyak orang yang ga taw kalo masuknya dari situ. Terus juga dikasi penunjuk arah parkir motor. Parkir motornya juga panas bgt, gilaa..
Masak mall elite kalah sama mall lain yang lebih kecil..

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.